632187fbda295

Pemerintah Menuntut Keamanan Siber Sektor Swasta yang Lebih Baik di Tengah Pelanggaran Data ‘Bjorka’

Rentetan peretasan yang membobol keamanan siber Indonesia oleh seorang hacker bernama Bjorka – yang membocorkan data pejabat negara dan lembaga pemerintah – terus menjadi fokus utama Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.

Sebelumnya, akun Twitter yang diyakini dijalankan oleh peretas menjelaskan alasan di balik serangkaian pembobolan data tersebut. Bjorka bersikeras bahwa kebijakan perlindungan data di Indonesia masih sangat buruk sehingga memudahkan peretas untuk menyusup ke sistem.

“Serangan siber juga dilakukan terhadap penyelenggara layanan elektronik swasta (PSE), oleh karena itu penyelenggara PSE swasta diminta benar-benar memastikan keamanan sistemnya masing-masing karena itu merupakan kewajiban,” kata Johnny dalam konferensi pers pada 14 September.

Alih-alih menyikapi langkah-langkah keamanan siber yang dijalankan pemerintah, Menteri meminta perusahaan swasta untuk meningkatkan kemampuan talenta digital mereka yang bertanggung jawab untuk mengamankan data yang dimiliki oleh anggota masyarakat.

“Tetap memperhatikan dan berkomunikasi dengan pemerintah untuk membantu jika ada kecurigaan (pelanggaran data). Komunikasikan dengan pemerintah untuk mendapatkan masukan agar bisa menjaga sistem elektronik dengan baik,” pungkas Johnny.

Konferensi pers Johnny datang setelah pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan pembentukan Satgas Perlindungan Data yang melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Intelijen Nasional (BIN), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dan Polri.

Pemerintah bersikeras bahwa penyelidikan terhadap Bjorka sedang berlangsung dan yakin bahwa klaim peretas untuk membocorkan data rahasia tetap terbukti benar.

Leave a Comment

Your email address will not be published.